Langkah-langkah Pengolahan Data

Langkah-langkah Pengolahan Data

Dalam proses pengolahan data (pengolahan data statistik), ada beberapa langkah ilmiah yang perlu dilakukan untuk memudahkan proses pengolahan data. Dari beberapa referensi tentang metode penelitian ilmiah, ada  langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses pengolahan data antara lain adalah:

  1. Editing
  2. Mengkode data atau kodefikasi data
  3. Membuat tabulasi data.

Berikut adalah penjelasan singkat untuk ketiga langkah-langkah dalam pengolahan data. Semoga dapat membantu Anda dalam penelitian yang sedang anda kerjakan saati ini.

Editing

Sebelum data diolah, data tersebut perlu diedit lebih dahulu. Apa itu editing? Editing disini dapat dikatakan sebagai memanipulasi data sehingga menjadi lebih baik sesuai harapan peneliti. Arti kata memanipulasi jangan ditafsirkan sebagai kata yang negatif. Memanipulasi disini bisa seperti merubah tata letak, cara penulisan, susunan paragraf, maupun merubah kata-kata yang kurang baik menjadi baik.

Dengan perkataan lain, data atau keterangan yang telah dikumpulkan dalam buku catatan (record book), daftar pertanyaan ataupun pada interview guide (pedoman wawancara) perlu dibaca sekali lagi dan diperbaiki penulisannya.  Jika di beberapa tempat masih terdapat hal-hal yang salah atau yang masih meragukan, peneliti wajib memperbaiki atau menggantinya dengan data yang lebih sesuai. Kerja memperbaiki kualitas data serta menghilangkan keragu-raguan data dinamakan mengedit data. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam mengedit data, yaitu:

  • Apakah data sudah cukup lengkap dan sempurna?
  • Apakah data sudah jelas maksud penulisan dan mudah untuk dibaca?
  • Apakah catatan-catatan yang ada mudah untuk dipahami?
  • Apakah semua data sudah konsisten?
  • Apakah data cukup uniform?
  • Apakah ada responden yang tidak sesuai dengan penelitian?

Catatan peneliti harus sempurna dalam pengertian bahwa semua kolom atau pertanyaan harus terjawab atau terisi. Jangan ada satu pun dari jawaban dibiarkan kosong. Peneliti harus bisa mengenal dan mengetahui data yang kosong, apakah responden tidak mau menjawab, atau pertanyaanya yang kurang dipahami responden. Dalam mengedit data, hal-hal di atas harus diperjelas, dan jangan sampai ada satupun pertanyaan ataupun pernyataan atau catatan yang kosong tidak terjawab. Jawaban atau catatan yang kosong harus disempurnakan dalam mengedit data.

Harus dilihat apakah catatan dapat dibaca atau tidak. Segala coret-coret harus diperjelas, segala kata-kata atau kalimat sandi harus diperjelas, baik kalimat ataupun huruf serta angka. Dalam mengedit, memperjelas catatan supaya dapat dibaca merupakan hal yang perlu sekali dikerjakan untuk menghilangkan keragu-raguan kemudian. Pekerjaan mengedit juga termasuk mengubah kependekan-kependekan yang dibuat menjadi kata-kata atau kalimat yang penuh. Kependekan hanya dapat dimengerti oleh peneliti atau pencatat data dan belum tentu dapat dimengerti oleh pembuat kode. Karena itu, segala kalimat atau kata-kata yang dipendekkan, ataupun angka yang dipendekkan, perlu diperjelas.

Mengedit juga berarti melihata apakah data konsisten atau tidak. Jika ditemukan data tentang pendapatan dalam usaha tani, pendapatan di luar usaha tani yang tidak cocok dengan total pendapatan, maka carilah penyebab kesalahan tersebut! Apakah ada kesalahan dalam mencatat? Atau kesalahpahaman responden dalam menjawab pertanyaan? Juga perlu dicek, apakah instruksi dalam daftar pertanyaan diikuti secara seksama oleh responden atau tidak? Jika dalam jawaban sebenarnya diinginkan supaya berat dinyatakan dalam kg, sedangkan data yang tercatat mempunyai unit gram, maka jawaban tersebut harus diubah ke dalam unit yang dimintakan (kg). Jika dalam record book, kolom harus diisi dengan unit rumpun, sedangkan tertulis dengan unit batang, maka jawaban harus diperbaiki menjadi unit rumpun. Dengan perkataan lain, catatan atau jawaban harus dicek uniformitasnya.

Dalam mengedit, juga perlu dicek pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak cocok. Jika banyak jawaban pertanyaan yang tidak sesuai, maka daftar pertanyaan tersebut perlu dikumpulkan, dan harus diklasifikasikan dalam satu kelompok. Jika hanya beberapa saja yang tidak cocok, mak hal ini merupakan kesalahan peneliti dan perlu diperbaiki. Perlu juga diperingatkan, jangan sekali-kali mengganti jawaban, angka, ataupun pertanyaan-pertanyaan dengan maksud membuat data tersebut sesuai, konsisten, dan cocok untuk maksud tertentu. Menggantikan data orisinal demi mencocokkan dengan sesuatu keinginan peneliti, berarti melanggal prinsip-prinsip kejujuran intelektual (intellectual honesty).

Kodefikasi Data

Data yang dikumpulkan dapat berupa angka, kalimat pendek atau panjang, ataupun hanya “ya” atau “tidak”. Untuk memudahkan pengolahan, maka jawaban-jawaban tersebut perlu diberi kode. Pemberian kode kepada jawaban sangat penting artinya, jika pengolahan data dilakukan dengan komputer. Mengkode jawaban adalah menaruh angka pada tiap jawaban.

  1. Kode dan Jenis Pertanyaan/Pernyataan. Pemberian kode dapat dilakukan dengan melihat jenis pertanyaan, jawaban, atau pernyataan. Dalam hal ini dapat dibedakan atas Jawaban yang berupa angka, Jawaban dari pertanyaan tertutup, Jawaban dari pertanyaan semiterbuka, Jawaban pertanyaan terbuka, dan Jawaban pertanyaan kombinasi.
  2. Tempat Kode. Kode dapat dibuat pada IBM coding sheet, pada kartu tabulasi ataupun pada daftar pertanyaan itu sendiri. Jika data ingin diolah dengan komputer, maka kode harus dibuat pada coding sheet.

Tabulasi Data

Membuat tabulasi termasuk dalam kerja memproses data. Membuat tabulasi tidak lain dari memasukkan data ke dalam tabel-tabel, dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori. Tabel terdiri dari kolom dan baris (jajar). Tabel yang sederhana mempunyai 4 bagian penting. Ke empat bagian penting itu antara lain :

  1. Nomor dan judul tabel
  2. Stub
  3. Box head
  4. Body (badan).

Nomor atau judul tabel terletak di bagian paling atas dari tabel. Judul harus jelas, lengkap, sesuai dengan isi tabel dan tidak terlalu panjang. Isi tabel harus menyatakan; apa, dimana, dan bagaimana dari hal-hal yang dinyatakan dalam tabel. Stub adalah bagian paling kiri dari tabel, termasuk kepala kolom, tetapi tidak termasuk jajar (baris) total. Dalam stub, terdapat keterangan-keterangan yang menjelaskan secara terperinci tentang hal-hal dan gambaran yang terdapat pada tiap kolom badan tabel (body). Body (badan tabel) terdiri atas kolom-kolom yang berisi angka-angka.

Dalam pengolahan data, ada tiga jenis tabel yang sering digunakan, antara lain:

  • Tabel induk (master tabel)
  • Tabel teks (text tabel)
  • Tabel frekuensi
  • Tabel induk

Tabel induk  adalah tabel yang berisi semua data yang tersedia secara terperinci. Tabel ini biasa dibuat untuk melihat kategori data secara keseluruhan. Tabel teks adalah tabel yang telah diringkaskan untuk suatu keperluan tertentu. Tabel ini biasanya diletakkan dalam teks keterangan yang dibuat. Tabel frekuensi adalah tabel yang menyajikan berapa kali sesuatu hal terjadi.

About these ads

About olahdatayogya
Im so proud about life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: